Penyebab Internet First Media Lemot Seharian Pada Senin 5 April 2021

Penyebab Internet First Media Lemot Seharian Pada Senin 5 April 2021, Mekarsari Media

Seharian ini First Media jadi buah bibir di lini masa Twitter karena internet dirasa sangat lemot. Pihak penyedia provider layanan internet itu memberikan keterangan bahwa gangguan itu diakibatkan oleh putusnya sistem komunikasi kabel bawah laut atau SKLL yang terputus.

“Hi First People. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya ya. Kami informasikan bahwa saat ini sedang terjadi gangguan sistem komunikasi kabel bawah laut (kabel B2JS dan kabel Jakabare) yang digunakan oleh LinkNet dan juga oleh beberapa provider internet lainnya,” kata First Media dalam akun Twitternya, dikutip Senin (5/4/2021).

Perusahaan itu memberikan keterangan putusnya SKLL berdampak atas terganggunya layanan internet pada provider yang menggunakan kabel laut. First Media juga sedang berupaya melakukan pemulihan dan menargetkan sudah dapat kembali nomral dalam waktu 1×24 jam.

Baca Juga :  Cara Cek 3uTools Pada iPhone Secara Lengkap

“Saat ini, tim First Media sedang mengupayakan untuk pemulihan layanan untuk seluruh pelanggan dan diharapkan pemulihan dapat selesai dalam waktu 1×24 jam atau maksimal besok jam 12.00 WIB. Terima kasih,” tulis First Media.

Sementara itu gelombang keluhan lemotnya akses internet First Media masih disampaikan oleh para pengguna Twitter. Unggahan penjelasan masalah putusnya kabel laut di akun First Media juga masih diserbu oleh sejumlah penggunanya.

Terdapat lebih dari 400 komentar yang mengisi kolom reply tweet tersebut. Beberapa pengguna menyayangkan kejadian kesulitan mengakses internet ini.

Selain itu sampai pukul 19:14 Senin malam ini First Media masih masuk jadi salah satu topik trending di Twitter. Sejumlah pengguna Twitter masih banyak yang menyuarakan sulitnya mengakses sinyal internet dari provider tersebut hingga saat ini.

Baca Juga :  Cara Menghasilkan Uang dari Platform Clubhouse

Adapula netizen yang juga pelanggan First Media yang mengalami kesulitan untuk melakukan kegiatan akibat masalah sinyal ini.

Selain itu Indosat sendiri juga sudah mengakui sistem Komunikasi Kabel Laut Jawa-Kalimantan-Batam-Singapore atau SKLL Jakabare putus. Namun, perusahaan operator itu menyebutkan tidak ada dampak dari kejadian tersebut.”

Secara umum tidak ada dampak dari putusnya SKKL Jakabare tersebut karena Indosat menerapkan sistem redudancy untuk semua traffic backbone internasional sehingga tidak ada dampak langsung terhadap pelanggan selular,” kata SVP Corporate Communication Indosat Ooredoo, Steve Saerang kepada CNBC Indonesia, Senin (5/4/2021).

Dia menambahkan tim operasional juga berusaha intensif untuk mengembalikan sambungan. Rencananya SKLL Jakabare sudah dapat kembali dipergunakan dalam waktu 2×24 jam.SKLL Jakabare memiliki panjang 1300 Kilometer. Dibangun pada tahun 2008, kabel tersebut melewati wilayah Jawa, Kalimantan, Batam dan Singapura.Presiden Direktur & CEO Indosat saat itu, Harry Sasongko menyebutkan SKLL Jakabare berkapasitas 160 Gbps. Pembangunan menggunakan vendor dari jepang yakni NEC dan investasinya mencapai US$100 juta, dikutip dari Detik.

Baca Juga :  OJK Mencabut Sanksi Pembekuan Kegiatan Usaha Perusahaan Pembiayaan PT Mashill Internasional Finance

Kabel optik itu bertugas menyalurkan trafik untuk seluler, data dan internet, sirkuit sewa domestik dan internasional.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments